Terkadang seseorang begitu tenang dengan malam
Baginya malam ialah maha penenang yang baik sebagai kawan
Siapa yang tengah malam berani mengetuk pintu untuk bertamu?
Mungkin, Rindu?
Ya! Malam ini masih tentang rindu
Masih tentang dia yang satu
Masih tentang sakit yang candu karena tak dapat menahan rindu
Rinduku beringsut ke hulu
Beriak-riak rembulan
Beriak-riak ingatan
Seberapa banyak bintang di langit yang malam, sebanyak itulah kerinduan memberi salam
Aku menguping malam yang berdialog dengan rindu, disana ada namamu
Lalu suaramu terngiang seperti lagu-lagu malam yang biasa kudengar ketika di perjalanan
Rinduku menjelma menjadi jingga pada senja
Menjadi ragu pada biru atau abu-abu
Terus merindumu yang saat ini sedang berada "sedikit" jauh dariku
Benar.. hanya sedikit!
Jambi - Jakarta jika dilihat dari peta hanya berjarak 5 sentimeter saja bukan?
Bagiku jarak hanya masalah letak geografis saja
Bagiku jarak hanya sebuah konsep
Rindu yang sejati akan selalu tahu cara mendekatkan dua hati
Andai saja ada doraemon dan baling-baling bambu
Tentu saja malam ini aku terbang menjemput rindumu
Barangkali aku perlu menyiapkan peta dan doa agar tak tersesat menyusuri lekuk malam yang rimba
Angin berhembus datang dan pergi
Yang kekal berlabuh hanyalah spasi
Yang kau kira puisi, padahal cuma sepi
Kita adalah apa yang lebih sejuk dari sebuah kepulangan
Jika bukan rindu, tak ada yang mampu merenggut kantukku
Lelah ini hanya butuh sejenak dilabuhkan, di pundakmu!
Maka rasakanlah aku yang ada di setiap dengkuran halusmu ketika terlelap
Kurasakan denyut kerinduan, dalam semilir angin yang entah melarungkan apa
Dan di setiap detak jantungku, engkau ada
Saat ini sedang kurapalkan namamu dalam doa sebelum tidurku
Sampai jumpa dalam lalu
Cepat pulang, Aku rindu :')
Sebatas Coretan
Sabtu, 24 Oktober 2015
Kamis, 08 Oktober 2015
Selarik Senyum
Atas nama senja yang sudah menjadi gulita
Engkau adalah terang yang tetap menyala
Malam yang tak asing
Tak ada rembulan, meredup di sela awan
Senyummu perlahan terbit, menyinari lereng ingatan
Hujan bertandang
Selarik senyum manismu menghujani pikiran
Selarik senyum manismu, mengusik debar jantungku
Selarik senyum manismu adalah belantara, dan seringkali aku tersesat di sana
Tuhan menciptakan selarik senyum manis indahmu untuk menggugurkan lelahku yang menggelayuti kalbu
Jemariku masih menggenggam angin
Mataku masih tertuju ke layar handphone
Itu artinya, rinduku belum tuntas!
Aku ingin menjadi keabadian di dadamu
Keabadian sekuntum edelweis yang tak akan pernah layu oleh lekang waktu
Karena sejauh apapun bertualang, aku menjadikan hatimu sebagai harapan untuk aku kembali pulang
Selimuti aku malam ini dalam kehangatan pelukmu
Karna hujan diluar sana, tubuh ini menggigilkan rindu
Hatimu adalah lembah sepi berkabut
Akulah pendaki di lerengnya yang tabah menahan gigil yang memeluk
Aku ingin mencintaimu seperti pohon dengan segala rindangnya, agar saat terik menyengat, aku mampu memberikanmu keteduhan
Segala tentangmu seringkali kupeluk selagi sepi
Menyelinap di tiap denyut nadi, merayap hingga ke ulu hati
Temani aku menarik nafas panjang atas segala sepi dan cemas yang datang
Melanjutkan perjalanan kembali
Menemukan dan mencintaimu lagi
Baiklah, bersabarlah dalam tenang
Percayalah, perlahan-lahan semua akan kembali baik-baik saja!
Engkau adalah terang yang tetap menyala
Malam yang tak asing
Tak ada rembulan, meredup di sela awan
Senyummu perlahan terbit, menyinari lereng ingatan
Hujan bertandang
Selarik senyum manismu menghujani pikiran
Selarik senyum manismu, mengusik debar jantungku
Selarik senyum manismu adalah belantara, dan seringkali aku tersesat di sana
Tuhan menciptakan selarik senyum manis indahmu untuk menggugurkan lelahku yang menggelayuti kalbu
Jemariku masih menggenggam angin
Mataku masih tertuju ke layar handphone
Itu artinya, rinduku belum tuntas!
Aku ingin menjadi keabadian di dadamu
Keabadian sekuntum edelweis yang tak akan pernah layu oleh lekang waktu
Karena sejauh apapun bertualang, aku menjadikan hatimu sebagai harapan untuk aku kembali pulang
Selimuti aku malam ini dalam kehangatan pelukmu
Karna hujan diluar sana, tubuh ini menggigilkan rindu
Hatimu adalah lembah sepi berkabut
Akulah pendaki di lerengnya yang tabah menahan gigil yang memeluk
Aku ingin mencintaimu seperti pohon dengan segala rindangnya, agar saat terik menyengat, aku mampu memberikanmu keteduhan
Segala tentangmu seringkali kupeluk selagi sepi
Menyelinap di tiap denyut nadi, merayap hingga ke ulu hati
Temani aku menarik nafas panjang atas segala sepi dan cemas yang datang
Melanjutkan perjalanan kembali
Menemukan dan mencintaimu lagi
Baiklah, bersabarlah dalam tenang
Percayalah, perlahan-lahan semua akan kembali baik-baik saja!
Jumat, 11 September 2015
Demi Apapun Kamu Melebihi Apapun
Adalah hal yang bodoh meninggalkanmu yang terseorang diri
Adalah hal yang pintar meninggalkan semua yang mengejarku
Karna demi apapun kamu melebihi apapun
Lempari saja aku dengan senyum
Aku takkan pernah bosan
Asal kau jangan melemparku jauh-jauh lalu tersenyum
Sama sekali jangan
Dan lagi jangan kau tersenyum lalu melemparku sangat jauh
Karna aku bisa saja sewaktu-waktu menjadikan senyum sebagai kata yang sangat hina
Tapi tetap tersenyumlah selalu kepadaku
Karna ku masih memandang senyum itu adalah hal yang paling indah
Hal yang paling indah darimu yang masih bisa ku dapat
Ratusan hari aku menanti hari ini akan tiba
Tak apa jika hanya senyum
Tak apa jika kau dengan tak sengaja
Karna senyummu adalah senyumku
Karna senyumku hanya karnamu
Aku ingat kali saat pertama aku melihatmu
Kamu dipenuhi kata yang tak berujung
Keindahan! Satu kata yang membuatku sulit untuk tidak untukmu
Dan aku cinta
Banyak orang bilang cintailah seseorang sewajarnya saja
Aku tidak tau batasan wajar dan tidak wajar itu seperti apa
Karna yang aku tau wajarku adalah apapun untukmu
Aku pikir aku pernah bergerak dengan apa yang ku yakini
Nyatanya tidak!
Aku hanya mematung disini seolah pengemis yang menunggu tuannya datang
Aku memang sangat mencintaimu
Teramat sangat
Sulit membedakan antara aku mencintai jantungku atau aku kehilangan denyut nadiku
Benar, apapun akan kulakukan untuk menjaga hidup dan nadimu
Yang kuharapkan itu..
Ingat, aku rela jika harus menggantikan seluruh nadimu yang sudah tak lagi mengikatmu itu
Tak apa jika kau tak tau
Tak apa ..
Karna demi apapun kamu melebihi apapun :')
Adalah hal yang pintar meninggalkan semua yang mengejarku
Karna demi apapun kamu melebihi apapun
Lempari saja aku dengan senyum
Aku takkan pernah bosan
Asal kau jangan melemparku jauh-jauh lalu tersenyum
Sama sekali jangan
Dan lagi jangan kau tersenyum lalu melemparku sangat jauh
Karna aku bisa saja sewaktu-waktu menjadikan senyum sebagai kata yang sangat hina
Tapi tetap tersenyumlah selalu kepadaku
Karna ku masih memandang senyum itu adalah hal yang paling indah
Hal yang paling indah darimu yang masih bisa ku dapat
Ratusan hari aku menanti hari ini akan tiba
Tak apa jika hanya senyum
Tak apa jika kau dengan tak sengaja
Karna senyummu adalah senyumku
Karna senyumku hanya karnamu
Aku ingat kali saat pertama aku melihatmu
Kamu dipenuhi kata yang tak berujung
Keindahan! Satu kata yang membuatku sulit untuk tidak untukmu
Dan aku cinta
Banyak orang bilang cintailah seseorang sewajarnya saja
Aku tidak tau batasan wajar dan tidak wajar itu seperti apa
Karna yang aku tau wajarku adalah apapun untukmu
Aku pikir aku pernah bergerak dengan apa yang ku yakini
Nyatanya tidak!
Aku hanya mematung disini seolah pengemis yang menunggu tuannya datang
Aku memang sangat mencintaimu
Teramat sangat
Sulit membedakan antara aku mencintai jantungku atau aku kehilangan denyut nadiku
Benar, apapun akan kulakukan untuk menjaga hidup dan nadimu
Yang kuharapkan itu..
Ingat, aku rela jika harus menggantikan seluruh nadimu yang sudah tak lagi mengikatmu itu
Tak apa jika kau tak tau
Tak apa ..
Karna demi apapun kamu melebihi apapun :')
Minggu, 31 Mei 2015
Takkan Berpaling
Mencintaimu bukanlah paksaan untukku
Rasa cinta yang ku punya adalah tulus adanya
Mengalir dari hati mengisi setiap rongga di jiwa
Bukan aku merayu, tapi inilah sebenar rasa yang ku punya
Mungkin engkau takut aku meninggalkanmu
Mungkin engkau berpikir aku akan berpaling dari mu
Tenanglah wahai pemilik hatiku
Buang jauh fikiranmu tentang itu
Karena aku tak pernah lagi mengizinkan hatiku untuk jatuh cinta selain kepadamu
Namamu dan semua kenangan kita menjadi ingatan yang tak pernah ku lupa
Hingga menjadi darah yang mengalir setiap pembuluh di raga ini
Menarilah sesukamu di dalam fikiran dan hatiku
Aku akan selalu menyukainya
Akan selalu ku ikuti setiap langkahmu
Dan dengarkan setiap suaramu
Sampai tak terhingga waktunya
Rasa cinta yang ku punya adalah tulus adanya
Mengalir dari hati mengisi setiap rongga di jiwa
Bukan aku merayu, tapi inilah sebenar rasa yang ku punya
Mungkin engkau takut aku meninggalkanmu
Mungkin engkau berpikir aku akan berpaling dari mu
Tenanglah wahai pemilik hatiku
Buang jauh fikiranmu tentang itu
Karena aku tak pernah lagi mengizinkan hatiku untuk jatuh cinta selain kepadamu
Namamu dan semua kenangan kita menjadi ingatan yang tak pernah ku lupa
Hingga menjadi darah yang mengalir setiap pembuluh di raga ini
Menarilah sesukamu di dalam fikiran dan hatiku
Aku akan selalu menyukainya
Akan selalu ku ikuti setiap langkahmu
Dan dengarkan setiap suaramu
Sampai tak terhingga waktunya
Senin, 18 Mei 2015
Diam
Aku diam bukan berarti ku mati rasa
Aku diam bukan tak berarti ku tak punya hati
Aku diam bukan berarti jantung ku tak berdetak lagi
Aku diam bukan tak berarti aku tak rapuh saat ku berdiri
Aku diam karena ku memendam rasa dibalik tawa
Aku diam karena ku pendam sebuah luka
Aku diam agar hatiku tersembuyi
Agar aku tetap sendiri
Biar semua berlalu bersama waktu
Tanpa seorang tau sedihku
Biar semua lenyap
Tertelan waktu
Tuhan
Damaikan hatiku
Hapuskan memoriku
Disaat ku terlelap dalam malamMu
Bangunkan aku disaat matahari gantikan hari
Kamis, 16 April 2015
Dewasa
Tuhan,
Aku paham bahwa hidup adalah perjalanan
Di mana perjalanan akan senantiasa menemui persimpangan kemungkinan-kemungkinan
Maka, Tuhan
Jadikanlah aku sabar dalam urusan perasaan cinta yang begitu meresahkan
Aku memasrahkan hidup padamu, Tuhan yang maha puitis
Terkadang kita cukup memasrahkan dan memahami saja
Bahwa segala sesuatu yang diharapkan terkadang tak akan menjadi dekat
Barangkali cinta kita tak dapat mengungkap sebuah rahasia
Hingga selamanya kekal menjadi (tanda) tanya
Pergilah semaumu
Kalaupun ditakdirkan untuk berjodoh denganku
Sejauh apapun kakimu melangkah, kamu pasti akan kembali ketitik awal
Tak ada yang lebih bijak selain terus berjalan
Meski harus patah dalam seribu kepiluan
Tak ada yang sia-sia dari sebuah luka
Bila kita bisa memungut hikmahnya
Mungkin saat ini kamu masih ingin mencari
Mencari sesuatu yang mungkin tidak kau temukan pada diriku, tetapi kau temukan pada diri orang lain
Carilah orang yang ingin menerima kekuranganmu
Jatuh cinta dengan keanehanmu, dengan tidak membiarkanmu memelihara sifat-sifat burukmu
Kamu itu kacau! perlu diperbaiki, dengan cinta
Kini tak ada yang lebih baik selain mengencangkan ikat tali sepatu
Kembali memantapkan langkah memulai perjalanan baru
Semakin mengerti
Semakin tak mudah marah
Inilah yang kukejar dalam hidup
Dewasa!
Aku paham bahwa hidup adalah perjalanan
Di mana perjalanan akan senantiasa menemui persimpangan kemungkinan-kemungkinan
Maka, Tuhan
Jadikanlah aku sabar dalam urusan perasaan cinta yang begitu meresahkan
Aku memasrahkan hidup padamu, Tuhan yang maha puitis
Terkadang kita cukup memasrahkan dan memahami saja
Bahwa segala sesuatu yang diharapkan terkadang tak akan menjadi dekat
Barangkali cinta kita tak dapat mengungkap sebuah rahasia
Hingga selamanya kekal menjadi (tanda) tanya
Pergilah semaumu
Kalaupun ditakdirkan untuk berjodoh denganku
Sejauh apapun kakimu melangkah, kamu pasti akan kembali ketitik awal
Tak ada yang lebih bijak selain terus berjalan
Meski harus patah dalam seribu kepiluan
Tak ada yang sia-sia dari sebuah luka
Bila kita bisa memungut hikmahnya
Mungkin saat ini kamu masih ingin mencari
Mencari sesuatu yang mungkin tidak kau temukan pada diriku, tetapi kau temukan pada diri orang lain
Carilah orang yang ingin menerima kekuranganmu
Jatuh cinta dengan keanehanmu, dengan tidak membiarkanmu memelihara sifat-sifat burukmu
Kamu itu kacau! perlu diperbaiki, dengan cinta
Kini tak ada yang lebih baik selain mengencangkan ikat tali sepatu
Kembali memantapkan langkah memulai perjalanan baru
Semakin mengerti
Semakin tak mudah marah
Inilah yang kukejar dalam hidup
Dewasa!
Kamis, 09 April 2015
Anonymous
Aku salah mengartikan semuanya
Kupikir perhatianmu sungguh kau tunjukkan untukku
Kukira segala ungkapan dan ucapanmu adalah hal mutlak yang menjadi peganganku
Kuterka bahwa yang selama ini kita jalani adalah kekuatan cinta
Ah, aku begitu cepat menduga
Yang selama ini kuberi nama cinta, hanyalah omong kosong belaka
Yang kukira perasaanmu nyata, ternyata hanya rasa iseng yang pura-pura kau seriusi
Dalam pikiranmu, aku dianggap sebagai medan permainan
Tempat kau melarikan kekesalan pada dunia yang tak lagi tunduk pada keinginanmu
Kau perlakukan aku layaknya boneka
Kau lumpuhkan hatinya
Kau butakan perasaannya
Lalu kau atur segalanya
Kau rancang semuanya
Hingga mataku buta
Hingga telingaku tuli
Hingga aku tak bisa membedakan mana cinta dan mana dusta
Kupikir perhatianmu sungguh kau tunjukkan untukku
Kukira segala ungkapan dan ucapanmu adalah hal mutlak yang menjadi peganganku
Kuterka bahwa yang selama ini kita jalani adalah kekuatan cinta
Ah, aku begitu cepat menduga
Yang selama ini kuberi nama cinta, hanyalah omong kosong belaka
Yang kukira perasaanmu nyata, ternyata hanya rasa iseng yang pura-pura kau seriusi
Dalam pikiranmu, aku dianggap sebagai medan permainan
Tempat kau melarikan kekesalan pada dunia yang tak lagi tunduk pada keinginanmu
Kau perlakukan aku layaknya boneka
Kau lumpuhkan hatinya
Kau butakan perasaannya
Lalu kau atur segalanya
Kau rancang semuanya
Hingga mataku buta
Hingga telingaku tuli
Hingga aku tak bisa membedakan mana cinta dan mana dusta
Langganan:
Postingan (Atom)