Sabtu, 24 Oktober 2015

Malam Yang Rindu

Terkadang seseorang begitu tenang dengan malam
Baginya malam ialah maha penenang yang baik sebagai kawan
Siapa yang tengah malam berani mengetuk pintu untuk bertamu?
Mungkin, Rindu?
Ya! Malam ini masih tentang rindu
Masih tentang dia yang satu
Masih tentang sakit yang candu karena tak dapat menahan rindu
Rinduku beringsut ke hulu
Beriak-riak rembulan
Beriak-riak ingatan
Seberapa banyak bintang di langit yang malam, sebanyak itulah kerinduan memberi salam
Aku menguping malam yang berdialog dengan rindu, disana ada namamu
Lalu suaramu terngiang seperti lagu-lagu malam yang biasa kudengar ketika di perjalanan
Rinduku menjelma menjadi jingga pada senja
Menjadi ragu pada biru atau abu-abu
Terus merindumu yang saat ini sedang berada "sedikit" jauh dariku
Benar.. hanya sedikit!
Jambi - Jakarta jika dilihat dari peta hanya berjarak 5 sentimeter saja bukan?
Bagiku jarak hanya masalah letak geografis saja
Bagiku jarak hanya sebuah konsep
Rindu yang sejati akan selalu tahu cara mendekatkan dua hati
Andai saja ada doraemon dan baling-baling bambu
Tentu saja malam ini aku terbang menjemput rindumu
Barangkali aku perlu menyiapkan peta dan doa agar tak tersesat menyusuri lekuk malam yang rimba
Angin berhembus datang dan pergi
Yang kekal berlabuh hanyalah spasi
Yang kau kira puisi, padahal cuma sepi
Kita adalah apa yang lebih sejuk dari sebuah kepulangan
Jika bukan rindu, tak ada yang mampu merenggut kantukku
Lelah ini hanya butuh sejenak dilabuhkan, di pundakmu!
Maka rasakanlah aku yang ada di setiap dengkuran halusmu ketika terlelap
Kurasakan denyut kerinduan, dalam semilir angin yang entah melarungkan apa
Dan di setiap detak jantungku, engkau ada
Saat ini sedang kurapalkan namamu dalam doa sebelum tidurku
Sampai jumpa dalam lalu
Cepat pulang, Aku rindu :')

Kamis, 08 Oktober 2015

Selarik Senyum

Atas nama senja yang sudah menjadi gulita
Engkau adalah terang yang tetap menyala
Malam yang tak asing
Tak ada rembulan, meredup di sela awan
Senyummu perlahan terbit, menyinari lereng ingatan
Hujan bertandang
Selarik senyum manismu menghujani pikiran
Selarik senyum manismu, mengusik debar jantungku
Selarik senyum manismu adalah belantara, dan seringkali aku tersesat di sana
Tuhan menciptakan selarik senyum manis indahmu untuk menggugurkan lelahku yang menggelayuti kalbu
Jemariku masih menggenggam angin
Mataku masih tertuju ke layar handphone
Itu artinya, rinduku belum tuntas!
Aku ingin menjadi keabadian di dadamu
Keabadian sekuntum edelweis yang tak akan pernah layu oleh lekang waktu
Karena sejauh apapun bertualang, aku menjadikan hatimu sebagai harapan untuk aku kembali pulang
Selimuti aku malam ini dalam kehangatan pelukmu
Karna hujan diluar sana, tubuh ini menggigilkan rindu
Hatimu adalah lembah sepi berkabut
Akulah pendaki di lerengnya yang tabah menahan gigil yang memeluk
Aku ingin mencintaimu seperti pohon dengan segala rindangnya, agar saat terik menyengat, aku mampu memberikanmu keteduhan
Segala tentangmu seringkali kupeluk selagi sepi
Menyelinap di tiap denyut nadi, merayap hingga ke ulu hati
Temani aku menarik nafas panjang atas segala sepi dan cemas yang datang
Melanjutkan perjalanan kembali
Menemukan dan mencintaimu lagi
Baiklah, bersabarlah dalam tenang
Percayalah, perlahan-lahan semua akan kembali baik-baik saja!

Jumat, 11 September 2015

Demi Apapun Kamu Melebihi Apapun

Adalah hal yang bodoh meninggalkanmu yang terseorang diri
Adalah hal yang pintar meninggalkan semua yang mengejarku
Karna demi apapun kamu melebihi apapun
Lempari saja aku dengan senyum
Aku takkan pernah bosan
Asal kau jangan melemparku jauh-jauh lalu tersenyum
Sama sekali jangan
Dan lagi jangan kau tersenyum lalu melemparku sangat jauh
Karna aku bisa saja sewaktu-waktu menjadikan senyum sebagai kata yang sangat hina
Tapi tetap tersenyumlah selalu kepadaku
Karna ku masih memandang senyum itu adalah hal yang paling indah
Hal yang paling indah darimu yang masih bisa ku dapat
Ratusan hari aku menanti hari ini akan tiba
Tak apa jika hanya senyum
Tak apa jika kau dengan tak sengaja
Karna senyummu adalah senyumku
Karna senyumku hanya karnamu
Aku ingat kali saat pertama aku melihatmu
Kamu dipenuhi kata yang tak berujung
Keindahan! Satu kata yang membuatku sulit untuk tidak untukmu
Dan aku cinta
Banyak orang bilang cintailah seseorang sewajarnya saja
Aku tidak tau batasan wajar dan tidak wajar itu seperti apa
Karna yang aku tau wajarku adalah apapun untukmu
Aku pikir aku pernah bergerak dengan apa yang ku yakini
Nyatanya tidak!
Aku hanya mematung disini seolah pengemis yang menunggu tuannya datang
Aku memang sangat mencintaimu
Teramat sangat
Sulit membedakan antara aku mencintai jantungku atau aku kehilangan denyut nadiku
Benar, apapun akan kulakukan untuk menjaga hidup dan nadimu
Yang kuharapkan itu..
Ingat, aku rela jika harus menggantikan seluruh nadimu yang sudah tak lagi mengikatmu itu
Tak apa jika kau tak tau
Tak apa ..
Karna demi apapun kamu melebihi apapun :')

Minggu, 31 Mei 2015

Takkan Berpaling

Mencintaimu bukanlah paksaan untukku
Rasa cinta yang ku punya adalah tulus adanya
Mengalir dari hati mengisi setiap rongga di jiwa
Bukan aku merayu, tapi inilah sebenar rasa yang ku punya
Mungkin engkau takut aku meninggalkanmu
Mungkin engkau berpikir aku akan berpaling dari mu
Tenanglah wahai pemilik hatiku
Buang jauh fikiranmu tentang itu
Karena aku tak pernah lagi mengizinkan hatiku untuk jatuh cinta selain kepadamu
Namamu dan semua kenangan kita menjadi ingatan yang tak pernah ku lupa
Hingga menjadi darah yang mengalir setiap pembuluh di raga ini
Menarilah sesukamu di dalam fikiran dan hatiku
Aku akan selalu menyukainya
Akan selalu ku ikuti setiap langkahmu
Dan dengarkan setiap suaramu
Sampai tak terhingga waktunya

Senin, 18 Mei 2015

Diam

Aku diam bukan berarti ku mati rasa 
Aku diam bukan tak berarti ku tak punya hati 
Aku diam bukan berarti jantung ku tak berdetak lagi 
Aku diam bukan tak berarti aku tak rapuh saat ku berdiri
Aku diam karena ku memendam rasa dibalik tawa 
Aku diam karena ku pendam sebuah luka
Aku diam agar hatiku tersembuyi
Agar aku tetap sendiri
Biar semua berlalu bersama waktu 
Tanpa seorang tau sedihku
Biar semua lenyap 
Tertelan waktu
Tuhan 
Damaikan hatiku 
Hapuskan memoriku 
Disaat ku terlelap dalam malamMu
Bangunkan aku disaat matahari gantikan hari

Kamis, 16 April 2015

Dewasa

Tuhan,
Aku paham bahwa hidup adalah perjalanan
Di mana perjalanan akan senantiasa menemui persimpangan kemungkinan-kemungkinan
Maka, Tuhan
Jadikanlah aku sabar dalam urusan perasaan cinta yang begitu meresahkan
Aku memasrahkan hidup padamu, Tuhan yang maha puitis
Terkadang kita cukup memasrahkan dan memahami saja
Bahwa segala sesuatu yang diharapkan terkadang tak akan menjadi dekat
Barangkali cinta kita tak dapat mengungkap sebuah rahasia
Hingga selamanya kekal menjadi (tanda) tanya
Pergilah semaumu
Kalaupun ditakdirkan untuk berjodoh denganku
Sejauh apapun kakimu melangkah, kamu pasti akan kembali ketitik awal
Tak ada yang lebih bijak selain terus berjalan
Meski harus patah dalam seribu kepiluan
Tak ada yang sia-sia dari sebuah luka
Bila kita bisa memungut hikmahnya
Mungkin saat ini kamu masih ingin mencari
Mencari sesuatu yang mungkin tidak kau temukan pada diriku, tetapi kau temukan pada diri orang lain
Carilah orang yang ingin menerima kekuranganmu
Jatuh cinta dengan keanehanmu, dengan tidak membiarkanmu memelihara sifat-sifat burukmu
Kamu itu kacau! perlu diperbaiki, dengan cinta
Kini tak ada yang lebih baik selain mengencangkan ikat tali sepatu
Kembali memantapkan langkah memulai perjalanan baru
Semakin mengerti
Semakin tak mudah marah
Inilah yang kukejar dalam hidup
Dewasa!

Kamis, 09 April 2015

Anonymous

Aku salah mengartikan semuanya
Kupikir perhatianmu sungguh kau tunjukkan untukku
Kukira segala ungkapan dan ucapanmu adalah hal mutlak yang menjadi peganganku
Kuterka bahwa yang selama ini kita jalani adalah kekuatan cinta
Ah, aku begitu cepat menduga
Yang selama ini kuberi nama cinta, hanyalah omong kosong belaka
Yang kukira perasaanmu nyata, ternyata hanya rasa iseng yang pura-pura kau seriusi
Dalam pikiranmu, aku dianggap sebagai medan permainan
Tempat kau melarikan kekesalan pada dunia yang tak lagi tunduk pada keinginanmu
Kau perlakukan aku layaknya boneka
Kau lumpuhkan hatinya
Kau butakan perasaannya
Lalu kau atur segalanya
Kau rancang semuanya
Hingga mataku buta
Hingga telingaku tuli
Hingga aku tak bisa membedakan mana cinta dan mana dusta

Selasa, 07 April 2015

Menyerah

Aku menempuh cara yang tak biasa untuk masuk dalam kehidupanmu
Bukan untuk mengganggu,
Tetapi untuk menjadi bagian dari ceritamu
Seiring berjalannya waktu
Akan selalu ada yang lebih baik dariku
Akan selalu ada yang menjadi kerikil dalam hubungan ini
Tapi aku hanya ingin kamu tau,
Bahwa jika kita bersama itu jauh lebih baik
Tak perlu berjanji untuk sehidup semati
Cukup berjanji untuk bertahan sesusah apapun nanti
Acapkali di tengah ketidakpastian
Kita mengumbar untuk tetap bertahan
Hingga pada akhirnya kita kalah telak menyerah oleh keadaan
Punya hati terkadang dibagi-bagi
Membuang yang sudah cinta mati
Beralih ke lain hati
Disini sibuk mendoakan, disana sibuk menduakan
Semudah kau mengucap pergi
Semakin yakin kau tak benar-benar mencintai
Engkau sesuatu yang tak lagi menarik
Untuk kuperbincangkan dengan perasaan
Entah sudah berapa kali kau tata
Dan kau hancurkan kembali hati ini, sayang
Hati yang mati hanya butuh seseorang baru
Yang bersedia merawatnya
Hingga hidup kembali
Kalau yang istimewa kalah sama yang selalu ada
Apakah yang selalu ada akan kalah juga dengan yang selalu berusaha?

Rabu, 04 Maret 2015

Malam

Malam selalu menjadi saksi
Tentang apa yang selalu aku doakan dalam diam
Hening malam
Desahan angin
Terbang melayang dalam sanubari
Ujung daun menjilat-jilat seperti ingin menggapai bulan
Dingin mencucuk kulit di bangku kayu terduduk menerawang langit
Hanya kepul harum kopi dan setangkup roti yang menemani
Malam ini malam yang pilu
Hanya gemuruh pohon yang sesekali mengingatkan akan masa lalu
Laramu masih terikat dalam liang kalbu yang tumbuh subur
Kedatanganmu menghancurkan jiwa penuh kebosanan
Tapi malam tak pernah sejahat itu
Carilah kemanapun, tapi tak akan kau temukan yang mampu menerjemahkan sunyimu setabah aku
Lelahku mulai terasa
Ketika yang ku tunggu tak kunjung menyapa
Dan pagi selalu berhasil merayuku untuk menikmati hal serupa
Malam selalu memberikan cerita-cerita barunya sebagai lullabyku
Malam berkabutkan sunyi
Menerpa suara nafas
Menjalin kasih dengan harapan dan doa untuk esok hari
Cinta kita adalah langit malam yang senantiasa memberikan terang
Begitulah selalu kunikmati malam

Selasa, 10 Februari 2015

Detik

Saat kita bersitatap
Ada detik yang melambat dan detak yang memburu cepat
Hingga akhirnya muncul harap, meminta tempat
Aku sesak, Sayang!
Detikku selalu kau rampas tanpa permisi
Mengaduk-aduk isi hati
Diam-diam
Aku bersembunyi di balik jarum jam
Berusaha mengatur detik pun detak saat kau di hadapku
Bilamana detik hanya berujung pada titik
Maka waktu boleh berhenti pada satu
Atau dua, juga tiga. Sekenanya!
Detik-detik ini seperti mencekik
Tatkala rasa yang semakin terusik
Dikala jiwa yang tak lagi tertarik
Jangan kau menghitung detik yang tersisa kala nafas masih mampu melalui ribuan detik yang tak terhingga
Detik denganmu tak dapat dimengerti
Tak dapat dipungkiri
Kita berlari dan lupa diri
Sampai detik kesekian kali
Hingga detik tak lagi terasa ketika saling memandang berpagut bibir
Apa ini yang dibilang candu
Ketika tiap detik dalam detakku hanya melintas satu potret itu, Kamu!

Selasa, 03 Februari 2015

Rindu

Semua pasti pernah kenal dengan seseorang yang berucap bahwa ia nyaman
Namun, ia sendiri yang pergi dengan alasan yang lucu
Penyair itu benar
Cinta kita adalah peta
Kau pengembara
Sementara aku kota kecil yang kau lupakan letak persisnya di mana
Ini malam yang kesekian dipertemukan dengan kesepian
Ini malam yang mendalam berkarib dengan tik-tok jam
Sukmaku tak lagi menggapai sukmamu
Hingga rindu bosan menghitung waktu pada abaimu
Semestaku murung
Saat pelukmu tiada lagi menjadi tempatku bernaung
Badai mengepungku dari segala penjuru
Segala tentang bayang-bayangmu enggan luput dari ingatanku
Di detak jantungku rindu meletup-letup
Detakku mengeja namamu semakin hidup
Sepi yang pilu memenuhi seluruh ruang di dadaku
Betapa harunya tabahku yang tak sekokoh bambu
Pergilah
Jika nantinya kau tak sanggup sendiri, aku masih di sini
Di tempat yang pernah kau coba makamkan berkali-kali
Detik ini, aku mengikhlaskan cintamu yang pergi
Sebab hanya dengan cara itu aku memahami
Bahwa segala sesuatunya tak ada yang abadi
Akan kurawat baik-baik hari-hariku
Agar ku dapat lekas membaik dengan baik-baik dari ketiadaanmu
Pergilah bilamana memang ingin pergi
Aku dan sepi akan tetap mencintaimu
Telah kumakamkan kenanganmu dengan sebaik-baiknya ingatan Bersemayamlah dengan tenang

Kamis, 29 Januari 2015

Untukmu Calon Suamiku

Wahai akhi yang tampan nan rupawan
Calon ayah dari anak-anakku kelak
Aku tahu jika namamu telah tertulis di lauhul Mahfuzh untuk menemani diriku
Niscaya rasa cinta itu akan Allah tanamkan suatu saat nanti dalam hati kita
Walaupun mungkin saat ini kita belum pernah tahu akan dengan siapa kita berjodoh
Aku tahu jika ku tak mungkin mencari dirimu
Karena sesungguhnya tugasku memang bukanlah untuk mencari dirimu 
Kau hanya cukup mensolehkan dirimu dan menyempurnakan ibadahmu
Wahai akhi ku yang terindah
Aku tahu mungkin saat ini banyak wanita-wanita soleha yang sedang mendekatimu
Mendekati hatimu untuk mendapatkan sebuah perjanjian akad darimu 
Namun sungguh aku yakin jika kau akan tetap menungguku
Karena memang telah Allah menciptakan dirimu hanya untuk diriku
Wahai engkau akhi yang akan menerima cinta dan kasih sayang dariku
Menjadi imamku dan ayah dari anak-anakku kelak
Engkau yang akan menemani setiap langkah kehidupanku
Saat ini mungkin perasaan kita sama 
Perasaan kita sama-sama diliputi oleh kegundahan untuk segera bersama
Wahai arjuna dunia dan surgaku
Saat ini aku masih memperbaiki diriku
Bila nanti kau datang menjemputku, aku sudah memantapkan diriku untuk menjadi makmum untukmu 
Menjadi ibu bagi anak-anakmu 
Menjadi segalanya untuk keluarga kita kelak
Aku percaya saat ini kau sedang menata dirimu untuk menjadi seorang muslim yang sejati
Memperbanyak hafalan Al-Qur'anmu
Menghamparkan sajadahmu
Melekatkan keningmu kepada-Nya
Teruslah mendoakanku ya akhi
Agar aku segera memantapkan hatiku untuk ikut bersamamu
Semoga Allah mempermudah jalanku untuk menerima lamaranmu dan menikah denganmu
Wahai cinta
Calon suamiku yang telah Allah pilih sebagai pendamping hidupku
Jika kau telah menjadi suamiku kelak
Izinkanlah aku untuk mencintaimu dengan segenap cinta yang ada dalam hatiku ini 
Mencintaimu agar engkau dan aku serta anak-anak kita semakin cinta kepada-Nya
Duhai pengobat rinduku
Mungkin saat kau membaca tulisanku yang sederhana ini, engkau akan merasa terharu dan engkau merasa tersentuh
Maka izinkanlah aku membuat haru jiwamu dengan lentera cintaku
Dan kasih tulusku yang ku ukir lewat rangkaian kata demi kata ini untukmu
Tak ada kekotoran dalam kesucian
Tak ada kebohongan dalam kejujuran
Dan tak ada pengkhianatan dalam kesetiaan 
Wahai akhiku
Tempat tulang rusukku bernanung
Pangeran yang telah Allah tetapkan untukku
Aku hanya bisa berdoa semoga saat ini kau dalam keadaan baik-baik saja 
Saat ini kau sedang sibuk dengan ibadah-ibadahmu
Saat ini kau sedang menyayangi kedua orang tuamu, saudara saudaramu, dan yang lainnya
Aku berdoa semoga engkau senantiasa dalam keadaan baik 
Dalam keadaan sehat dan tersenyum selalu
Wahai calon suamiku,
Dimanapun saat ini engkau berada
Inilah butiran-butiran cintaku
Telah ku simpan indah dalam taman langitku hanya untukmu 
Aku berdoa semoga suatu saat nanti kau yang akan menemaniku saat aku menggoreskan pena hatiku ini lagi 
Menggoreskan sebuah cerita kepada mereka 
Menggoreskan sebuah cerita tentang keluarga kita yang sakinah, mawadah dan warahmah
Menggoreskan sebuah cerita agar mereka juga ikut tersenyum bahagia
Ya akhi, sungguh... aku mencintaimu karena Allah
Jodoh hanya di tangan Allah
Kita tidak pernah tahu dengan siapa kita berjodoh
Sertakan selalu namaku dalam doamu
Agar Dia segera menyatukan hati kita
Salam dariku yang selalu menanti kehadiranmu

Memilihmu

Aku tak pernah berpikir kalau segalanya akan berakhir padamu
Sejak dulu, sejak kali pertama kita bertemu, kau bukanlah satu-satunya yang kuanggap istimewa
Kalau kubilang segalanya kebetulan, mungkin salah
Kalau kubilang itu karena takdir saja, mungkin tak selamanya benar
Ada hal lain, yang membuatku yakin dengan keputusanku
Kau melakukan sesuatu, yang mustahil bagi setiap orang
Kau mencintaiku dengan hati
Kau menatap mataku karena rasa
Kau berucap dan melakukan semuanya bukan dengan kebanyakan cara yang mereka lakukan
Kau berbeda
Kau istimewa
Bersamamu saja, aku yakin selamanya
Karena aku tahu, aku tak butuh wajah untuk dinikmati
Aku tak butuh tawa untuk sekedar menyenangkan
Apalagi penampilan yang bisa dibilang hanya memesonakan
Ada yang lebih dari itu
Yaitu, hati dan kesetiaanmu
Bukankah tempat untuk mencintai secara pasti hanyalah ‘hati’?
Bukankah dari ratusan kriteria yang aku cari sebagai sempurna sebenarnya aku hanya perlu satu saja?
Aku bukan mencari sesuatu yang lengkap, tapi pelengkap
Kau, adalah tempat terbaik untuk berbagi
Seperti awan yang setia pada hujan

Kamu

Terkadang aku tak mengerti apa yang ada dibenakmu
Mudah kau membuatku merasa tenang, tiba-tiba ragu
Sengaja atau tidak akupun tak tahu
Jika memang sikapmu seperti itu, tolonglah beri tahu ku semua yang ada pada dirimu
Ku tahu ini hanya soal selera dan waktu saja
Dalam hati, aku yakin kau juga terdapat banyak tanda tanya
Tanda tanya yang tak mampu diungkapkan dengan kata-kata
Kau hanya bisa mengucapkan "aku sayang kamu"
Tapi aku sangat mengerti makna kalimat indah itu
Aku berjanji tak akan pernah menyesal
Suka tak suka akan ku telan
Karena aku telah memilihmu
Karena tak ada alasan untuk mencintaimu
Kekuranganmu menjadi kekuranganku
Karena kita satu
Entah apa yang membuatku begitu mengistimewakan dirimu
Apa karna kau kekasihku?
Dengarlah sayang,
Jadi atau tidaknya kau menjadi calon imamku kelak
Aku akan tetap seperti ini
Mencintaimu tak pernah setengah hati
Ingatkah kau, bisa berdua seperti ini penuh dengan perjalan panjang yang berliku?
Ingatkah kau saat masih ada penghalang yang membatasi cinta kita?
Ingatkah kau dengan besarnya rasa ingin saling memiliki?
Ingatkah bila kita sering mencuri-curi waktu untuk bertemu menghabiskan waktu bersama?
Dan hanya derasnya hujan yang mampu menghapus jejak kita
Maha dahsyat cinta yang bisa mempersatukan
Kini ku tlah bersamamu,
Menjalani waktu demi waktu bersamamu
Kumohon jangan mengkhawatirkanku!
Jadilah dirimu sendiri
Dan jangan pernah sedikitpun berubah :)

Kita Dan Pasangan

Apapun yang kau katakan
Bagaimanapun kau menolaknya
Cinta akan tetap berada disana menunggumu mengakui keberadaannya
Bagi kita, senja selalu sempurna
Bukankah sia-sia jika menggenapkan warnanya?
Seperti kisahmu, kau dan dia, juga kisahku, aku dan lelakiku
Tak ada bagian yang perlu kita asah
Tak ada sela yang harus kita isi
Bukankah takdir kita sudah jelas?
Lalu, saat kau berkata "aku mencintaimu"
Aku merasa senja tak lagi membawa cerita bahagia
Mungkinkah kata-katamu itu ambigu?
Atau, aku saja yang menganggapnya terlalu saru?
"Aku mencintaimu", katamu
Mengertikah kau apa artinya?
Mengertikah kau kalau kita tak pernah bisa berada dalam cerita yg sama, dengan senja yang sewarna?
Aku dan kau tau akan hal itu

Mantan

Kepadamu aku menyimpan cemburu
Dalam harapan yang tertumpuk oleh sesak dipenuhi ragu
Terlalu banyak ruang yang tak bisa aku buka
Dan, kebersamaan hanya memperbanyak ruang tertutup
Mungkin jalan kita tidak bersimpangan
Ya, jalanmu dan jalanku
Meski, diam-diam aku masih saja menatapmu dengan cinta yg malu-malu
Aku dan kamu seperti hujan dan teduh
Pernahkan kau mendengar kisah mereka?
Hujan dan teduh ditakdirkan bertemu
Tetapi tidak bersama dalam perjalanan
Seperti itulah cinta kita
Seperti menebak langit abu-abu
Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan!

Lelakiku

Jatuh cinta kepadamu begitu menyenangkan
Seperti meringkuk dalam selimut hangat pada malam yang hujan
Seperti menemukan keping terakhir puzzle yang sedang kau susun
Cinta ini sudah berada tepat ditempat yang seharusnya
Diruang hatimu dan hatiku
Namun, mengapa resah justru yang merajai kita?
Padahal, katanya cinta sanggup menjaga
Aku ingin kau tau,
Diam-diam aku selalu menitipkan harapan yang sama
Kedalam beribu-ribu rintik hujan
Aku ingin hari depanku selalu bersamamu
Aku mencintaimu selalu, dan mereka tak perlu tau!

Perpisahan

Apakah perpisahan?
Sungguh, ini diksi yang ganjil
Bagi masa depan yang tengah kucicil bersamamu
Betapa, ini bukan perkara kecil
Bagi cinta yang telah kunukil
Dari detak jantungmu
Tapi, apa yang mesti terjadi nyata terjadi!
Langit gulita
Raib semua cahaya
Semua yang kasat mata
Berangsur maya
Duhai, engkau menempuh perjalanan panjang lagi jauh
Tak akan lagi kembali
Tak akan lagi!
Apa yang mesti berakhir
Nyata berakhir
Aku wanita
Lahir dari rahim cinta
Yang maha permai
Dan tumbuh ditengah samudra
Tanpa nama
Engkau lelaki
Lahir dari takdir yang jauh
Tanah subur pegunungan
Dan tumbuh di tanah teduh
Ragam dedaunan
Percayalah
Kita abadi
Dalam sunyi!