Selasa, 10 Februari 2015

Detik

Saat kita bersitatap
Ada detik yang melambat dan detak yang memburu cepat
Hingga akhirnya muncul harap, meminta tempat
Aku sesak, Sayang!
Detikku selalu kau rampas tanpa permisi
Mengaduk-aduk isi hati
Diam-diam
Aku bersembunyi di balik jarum jam
Berusaha mengatur detik pun detak saat kau di hadapku
Bilamana detik hanya berujung pada titik
Maka waktu boleh berhenti pada satu
Atau dua, juga tiga. Sekenanya!
Detik-detik ini seperti mencekik
Tatkala rasa yang semakin terusik
Dikala jiwa yang tak lagi tertarik
Jangan kau menghitung detik yang tersisa kala nafas masih mampu melalui ribuan detik yang tak terhingga
Detik denganmu tak dapat dimengerti
Tak dapat dipungkiri
Kita berlari dan lupa diri
Sampai detik kesekian kali
Hingga detik tak lagi terasa ketika saling memandang berpagut bibir
Apa ini yang dibilang candu
Ketika tiap detik dalam detakku hanya melintas satu potret itu, Kamu!

Selasa, 03 Februari 2015

Rindu

Semua pasti pernah kenal dengan seseorang yang berucap bahwa ia nyaman
Namun, ia sendiri yang pergi dengan alasan yang lucu
Penyair itu benar
Cinta kita adalah peta
Kau pengembara
Sementara aku kota kecil yang kau lupakan letak persisnya di mana
Ini malam yang kesekian dipertemukan dengan kesepian
Ini malam yang mendalam berkarib dengan tik-tok jam
Sukmaku tak lagi menggapai sukmamu
Hingga rindu bosan menghitung waktu pada abaimu
Semestaku murung
Saat pelukmu tiada lagi menjadi tempatku bernaung
Badai mengepungku dari segala penjuru
Segala tentang bayang-bayangmu enggan luput dari ingatanku
Di detak jantungku rindu meletup-letup
Detakku mengeja namamu semakin hidup
Sepi yang pilu memenuhi seluruh ruang di dadaku
Betapa harunya tabahku yang tak sekokoh bambu
Pergilah
Jika nantinya kau tak sanggup sendiri, aku masih di sini
Di tempat yang pernah kau coba makamkan berkali-kali
Detik ini, aku mengikhlaskan cintamu yang pergi
Sebab hanya dengan cara itu aku memahami
Bahwa segala sesuatunya tak ada yang abadi
Akan kurawat baik-baik hari-hariku
Agar ku dapat lekas membaik dengan baik-baik dari ketiadaanmu
Pergilah bilamana memang ingin pergi
Aku dan sepi akan tetap mencintaimu
Telah kumakamkan kenanganmu dengan sebaik-baiknya ingatan Bersemayamlah dengan tenang