Kamis, 29 Januari 2015

Untukmu Calon Suamiku

Wahai akhi yang tampan nan rupawan
Calon ayah dari anak-anakku kelak
Aku tahu jika namamu telah tertulis di lauhul Mahfuzh untuk menemani diriku
Niscaya rasa cinta itu akan Allah tanamkan suatu saat nanti dalam hati kita
Walaupun mungkin saat ini kita belum pernah tahu akan dengan siapa kita berjodoh
Aku tahu jika ku tak mungkin mencari dirimu
Karena sesungguhnya tugasku memang bukanlah untuk mencari dirimu 
Kau hanya cukup mensolehkan dirimu dan menyempurnakan ibadahmu
Wahai akhi ku yang terindah
Aku tahu mungkin saat ini banyak wanita-wanita soleha yang sedang mendekatimu
Mendekati hatimu untuk mendapatkan sebuah perjanjian akad darimu 
Namun sungguh aku yakin jika kau akan tetap menungguku
Karena memang telah Allah menciptakan dirimu hanya untuk diriku
Wahai engkau akhi yang akan menerima cinta dan kasih sayang dariku
Menjadi imamku dan ayah dari anak-anakku kelak
Engkau yang akan menemani setiap langkah kehidupanku
Saat ini mungkin perasaan kita sama 
Perasaan kita sama-sama diliputi oleh kegundahan untuk segera bersama
Wahai arjuna dunia dan surgaku
Saat ini aku masih memperbaiki diriku
Bila nanti kau datang menjemputku, aku sudah memantapkan diriku untuk menjadi makmum untukmu 
Menjadi ibu bagi anak-anakmu 
Menjadi segalanya untuk keluarga kita kelak
Aku percaya saat ini kau sedang menata dirimu untuk menjadi seorang muslim yang sejati
Memperbanyak hafalan Al-Qur'anmu
Menghamparkan sajadahmu
Melekatkan keningmu kepada-Nya
Teruslah mendoakanku ya akhi
Agar aku segera memantapkan hatiku untuk ikut bersamamu
Semoga Allah mempermudah jalanku untuk menerima lamaranmu dan menikah denganmu
Wahai cinta
Calon suamiku yang telah Allah pilih sebagai pendamping hidupku
Jika kau telah menjadi suamiku kelak
Izinkanlah aku untuk mencintaimu dengan segenap cinta yang ada dalam hatiku ini 
Mencintaimu agar engkau dan aku serta anak-anak kita semakin cinta kepada-Nya
Duhai pengobat rinduku
Mungkin saat kau membaca tulisanku yang sederhana ini, engkau akan merasa terharu dan engkau merasa tersentuh
Maka izinkanlah aku membuat haru jiwamu dengan lentera cintaku
Dan kasih tulusku yang ku ukir lewat rangkaian kata demi kata ini untukmu
Tak ada kekotoran dalam kesucian
Tak ada kebohongan dalam kejujuran
Dan tak ada pengkhianatan dalam kesetiaan 
Wahai akhiku
Tempat tulang rusukku bernanung
Pangeran yang telah Allah tetapkan untukku
Aku hanya bisa berdoa semoga saat ini kau dalam keadaan baik-baik saja 
Saat ini kau sedang sibuk dengan ibadah-ibadahmu
Saat ini kau sedang menyayangi kedua orang tuamu, saudara saudaramu, dan yang lainnya
Aku berdoa semoga engkau senantiasa dalam keadaan baik 
Dalam keadaan sehat dan tersenyum selalu
Wahai calon suamiku,
Dimanapun saat ini engkau berada
Inilah butiran-butiran cintaku
Telah ku simpan indah dalam taman langitku hanya untukmu 
Aku berdoa semoga suatu saat nanti kau yang akan menemaniku saat aku menggoreskan pena hatiku ini lagi 
Menggoreskan sebuah cerita kepada mereka 
Menggoreskan sebuah cerita tentang keluarga kita yang sakinah, mawadah dan warahmah
Menggoreskan sebuah cerita agar mereka juga ikut tersenyum bahagia
Ya akhi, sungguh... aku mencintaimu karena Allah
Jodoh hanya di tangan Allah
Kita tidak pernah tahu dengan siapa kita berjodoh
Sertakan selalu namaku dalam doamu
Agar Dia segera menyatukan hati kita
Salam dariku yang selalu menanti kehadiranmu

Memilihmu

Aku tak pernah berpikir kalau segalanya akan berakhir padamu
Sejak dulu, sejak kali pertama kita bertemu, kau bukanlah satu-satunya yang kuanggap istimewa
Kalau kubilang segalanya kebetulan, mungkin salah
Kalau kubilang itu karena takdir saja, mungkin tak selamanya benar
Ada hal lain, yang membuatku yakin dengan keputusanku
Kau melakukan sesuatu, yang mustahil bagi setiap orang
Kau mencintaiku dengan hati
Kau menatap mataku karena rasa
Kau berucap dan melakukan semuanya bukan dengan kebanyakan cara yang mereka lakukan
Kau berbeda
Kau istimewa
Bersamamu saja, aku yakin selamanya
Karena aku tahu, aku tak butuh wajah untuk dinikmati
Aku tak butuh tawa untuk sekedar menyenangkan
Apalagi penampilan yang bisa dibilang hanya memesonakan
Ada yang lebih dari itu
Yaitu, hati dan kesetiaanmu
Bukankah tempat untuk mencintai secara pasti hanyalah ‘hati’?
Bukankah dari ratusan kriteria yang aku cari sebagai sempurna sebenarnya aku hanya perlu satu saja?
Aku bukan mencari sesuatu yang lengkap, tapi pelengkap
Kau, adalah tempat terbaik untuk berbagi
Seperti awan yang setia pada hujan

Kamu

Terkadang aku tak mengerti apa yang ada dibenakmu
Mudah kau membuatku merasa tenang, tiba-tiba ragu
Sengaja atau tidak akupun tak tahu
Jika memang sikapmu seperti itu, tolonglah beri tahu ku semua yang ada pada dirimu
Ku tahu ini hanya soal selera dan waktu saja
Dalam hati, aku yakin kau juga terdapat banyak tanda tanya
Tanda tanya yang tak mampu diungkapkan dengan kata-kata
Kau hanya bisa mengucapkan "aku sayang kamu"
Tapi aku sangat mengerti makna kalimat indah itu
Aku berjanji tak akan pernah menyesal
Suka tak suka akan ku telan
Karena aku telah memilihmu
Karena tak ada alasan untuk mencintaimu
Kekuranganmu menjadi kekuranganku
Karena kita satu
Entah apa yang membuatku begitu mengistimewakan dirimu
Apa karna kau kekasihku?
Dengarlah sayang,
Jadi atau tidaknya kau menjadi calon imamku kelak
Aku akan tetap seperti ini
Mencintaimu tak pernah setengah hati
Ingatkah kau, bisa berdua seperti ini penuh dengan perjalan panjang yang berliku?
Ingatkah kau saat masih ada penghalang yang membatasi cinta kita?
Ingatkah kau dengan besarnya rasa ingin saling memiliki?
Ingatkah bila kita sering mencuri-curi waktu untuk bertemu menghabiskan waktu bersama?
Dan hanya derasnya hujan yang mampu menghapus jejak kita
Maha dahsyat cinta yang bisa mempersatukan
Kini ku tlah bersamamu,
Menjalani waktu demi waktu bersamamu
Kumohon jangan mengkhawatirkanku!
Jadilah dirimu sendiri
Dan jangan pernah sedikitpun berubah :)

Kita Dan Pasangan

Apapun yang kau katakan
Bagaimanapun kau menolaknya
Cinta akan tetap berada disana menunggumu mengakui keberadaannya
Bagi kita, senja selalu sempurna
Bukankah sia-sia jika menggenapkan warnanya?
Seperti kisahmu, kau dan dia, juga kisahku, aku dan lelakiku
Tak ada bagian yang perlu kita asah
Tak ada sela yang harus kita isi
Bukankah takdir kita sudah jelas?
Lalu, saat kau berkata "aku mencintaimu"
Aku merasa senja tak lagi membawa cerita bahagia
Mungkinkah kata-katamu itu ambigu?
Atau, aku saja yang menganggapnya terlalu saru?
"Aku mencintaimu", katamu
Mengertikah kau apa artinya?
Mengertikah kau kalau kita tak pernah bisa berada dalam cerita yg sama, dengan senja yang sewarna?
Aku dan kau tau akan hal itu

Mantan

Kepadamu aku menyimpan cemburu
Dalam harapan yang tertumpuk oleh sesak dipenuhi ragu
Terlalu banyak ruang yang tak bisa aku buka
Dan, kebersamaan hanya memperbanyak ruang tertutup
Mungkin jalan kita tidak bersimpangan
Ya, jalanmu dan jalanku
Meski, diam-diam aku masih saja menatapmu dengan cinta yg malu-malu
Aku dan kamu seperti hujan dan teduh
Pernahkan kau mendengar kisah mereka?
Hujan dan teduh ditakdirkan bertemu
Tetapi tidak bersama dalam perjalanan
Seperti itulah cinta kita
Seperti menebak langit abu-abu
Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan!

Lelakiku

Jatuh cinta kepadamu begitu menyenangkan
Seperti meringkuk dalam selimut hangat pada malam yang hujan
Seperti menemukan keping terakhir puzzle yang sedang kau susun
Cinta ini sudah berada tepat ditempat yang seharusnya
Diruang hatimu dan hatiku
Namun, mengapa resah justru yang merajai kita?
Padahal, katanya cinta sanggup menjaga
Aku ingin kau tau,
Diam-diam aku selalu menitipkan harapan yang sama
Kedalam beribu-ribu rintik hujan
Aku ingin hari depanku selalu bersamamu
Aku mencintaimu selalu, dan mereka tak perlu tau!

Perpisahan

Apakah perpisahan?
Sungguh, ini diksi yang ganjil
Bagi masa depan yang tengah kucicil bersamamu
Betapa, ini bukan perkara kecil
Bagi cinta yang telah kunukil
Dari detak jantungmu
Tapi, apa yang mesti terjadi nyata terjadi!
Langit gulita
Raib semua cahaya
Semua yang kasat mata
Berangsur maya
Duhai, engkau menempuh perjalanan panjang lagi jauh
Tak akan lagi kembali
Tak akan lagi!
Apa yang mesti berakhir
Nyata berakhir
Aku wanita
Lahir dari rahim cinta
Yang maha permai
Dan tumbuh ditengah samudra
Tanpa nama
Engkau lelaki
Lahir dari takdir yang jauh
Tanah subur pegunungan
Dan tumbuh di tanah teduh
Ragam dedaunan
Percayalah
Kita abadi
Dalam sunyi!