Tuhan,
Aku paham bahwa hidup adalah perjalanan
Di mana perjalanan akan senantiasa menemui persimpangan kemungkinan-kemungkinan
Maka, Tuhan
Jadikanlah aku sabar dalam urusan perasaan cinta yang begitu meresahkan
Aku memasrahkan hidup padamu, Tuhan yang maha puitis
Terkadang kita cukup memasrahkan dan memahami saja
Bahwa segala sesuatu yang diharapkan terkadang tak akan menjadi dekat
Barangkali cinta kita tak dapat mengungkap sebuah rahasia
Hingga selamanya kekal menjadi (tanda) tanya
Pergilah semaumu
Kalaupun ditakdirkan untuk berjodoh denganku
Sejauh apapun kakimu melangkah, kamu pasti akan kembali ketitik awal
Tak ada yang lebih bijak selain terus berjalan
Meski harus patah dalam seribu kepiluan
Tak ada yang sia-sia dari sebuah luka
Bila kita bisa memungut hikmahnya
Mungkin saat ini kamu masih ingin mencari
Mencari sesuatu yang mungkin tidak kau temukan pada diriku, tetapi kau temukan pada diri orang lain
Carilah orang yang ingin menerima kekuranganmu
Jatuh cinta dengan keanehanmu, dengan tidak membiarkanmu memelihara sifat-sifat burukmu
Kamu itu kacau! perlu diperbaiki, dengan cinta
Kini tak ada yang lebih baik selain mengencangkan ikat tali sepatu
Kembali memantapkan langkah memulai perjalanan baru
Semakin mengerti
Semakin tak mudah marah
Inilah yang kukejar dalam hidup
Dewasa!
Kamis, 16 April 2015
Kamis, 09 April 2015
Anonymous
Aku salah mengartikan semuanya
Kupikir perhatianmu sungguh kau tunjukkan untukku
Kukira segala ungkapan dan ucapanmu adalah hal mutlak yang menjadi peganganku
Kuterka bahwa yang selama ini kita jalani adalah kekuatan cinta
Ah, aku begitu cepat menduga
Yang selama ini kuberi nama cinta, hanyalah omong kosong belaka
Yang kukira perasaanmu nyata, ternyata hanya rasa iseng yang pura-pura kau seriusi
Dalam pikiranmu, aku dianggap sebagai medan permainan
Tempat kau melarikan kekesalan pada dunia yang tak lagi tunduk pada keinginanmu
Kau perlakukan aku layaknya boneka
Kau lumpuhkan hatinya
Kau butakan perasaannya
Lalu kau atur segalanya
Kau rancang semuanya
Hingga mataku buta
Hingga telingaku tuli
Hingga aku tak bisa membedakan mana cinta dan mana dusta
Kupikir perhatianmu sungguh kau tunjukkan untukku
Kukira segala ungkapan dan ucapanmu adalah hal mutlak yang menjadi peganganku
Kuterka bahwa yang selama ini kita jalani adalah kekuatan cinta
Ah, aku begitu cepat menduga
Yang selama ini kuberi nama cinta, hanyalah omong kosong belaka
Yang kukira perasaanmu nyata, ternyata hanya rasa iseng yang pura-pura kau seriusi
Dalam pikiranmu, aku dianggap sebagai medan permainan
Tempat kau melarikan kekesalan pada dunia yang tak lagi tunduk pada keinginanmu
Kau perlakukan aku layaknya boneka
Kau lumpuhkan hatinya
Kau butakan perasaannya
Lalu kau atur segalanya
Kau rancang semuanya
Hingga mataku buta
Hingga telingaku tuli
Hingga aku tak bisa membedakan mana cinta dan mana dusta
Selasa, 07 April 2015
Menyerah
Aku menempuh cara yang tak biasa untuk masuk dalam kehidupanmu
Bukan untuk mengganggu,
Tetapi untuk menjadi bagian dari ceritamu
Seiring berjalannya waktu
Akan selalu ada yang lebih baik dariku
Akan selalu ada yang menjadi kerikil dalam hubungan ini
Tapi aku hanya ingin kamu tau,
Bahwa jika kita bersama itu jauh lebih baik
Tak perlu berjanji untuk sehidup semati
Cukup berjanji untuk bertahan sesusah apapun nanti
Acapkali di tengah ketidakpastian
Kita mengumbar untuk tetap bertahan
Hingga pada akhirnya kita kalah telak menyerah oleh keadaan
Punya hati terkadang dibagi-bagi
Membuang yang sudah cinta mati
Beralih ke lain hati
Disini sibuk mendoakan, disana sibuk menduakan
Semudah kau mengucap pergi
Semakin yakin kau tak benar-benar mencintai
Engkau sesuatu yang tak lagi menarik
Untuk kuperbincangkan dengan perasaan
Entah sudah berapa kali kau tata
Dan kau hancurkan kembali hati ini, sayang
Hati yang mati hanya butuh seseorang baru
Yang bersedia merawatnya
Hingga hidup kembali
Kalau yang istimewa kalah sama yang selalu ada
Apakah yang selalu ada akan kalah juga dengan yang selalu berusaha?
Langganan:
Postingan (Atom)