Selasa, 07 April 2015

Menyerah

Aku menempuh cara yang tak biasa untuk masuk dalam kehidupanmu
Bukan untuk mengganggu,
Tetapi untuk menjadi bagian dari ceritamu
Seiring berjalannya waktu
Akan selalu ada yang lebih baik dariku
Akan selalu ada yang menjadi kerikil dalam hubungan ini
Tapi aku hanya ingin kamu tau,
Bahwa jika kita bersama itu jauh lebih baik
Tak perlu berjanji untuk sehidup semati
Cukup berjanji untuk bertahan sesusah apapun nanti
Acapkali di tengah ketidakpastian
Kita mengumbar untuk tetap bertahan
Hingga pada akhirnya kita kalah telak menyerah oleh keadaan
Punya hati terkadang dibagi-bagi
Membuang yang sudah cinta mati
Beralih ke lain hati
Disini sibuk mendoakan, disana sibuk menduakan
Semudah kau mengucap pergi
Semakin yakin kau tak benar-benar mencintai
Engkau sesuatu yang tak lagi menarik
Untuk kuperbincangkan dengan perasaan
Entah sudah berapa kali kau tata
Dan kau hancurkan kembali hati ini, sayang
Hati yang mati hanya butuh seseorang baru
Yang bersedia merawatnya
Hingga hidup kembali
Kalau yang istimewa kalah sama yang selalu ada
Apakah yang selalu ada akan kalah juga dengan yang selalu berusaha?

Rabu, 04 Maret 2015

Malam

Malam selalu menjadi saksi
Tentang apa yang selalu aku doakan dalam diam
Hening malam
Desahan angin
Terbang melayang dalam sanubari
Ujung daun menjilat-jilat seperti ingin menggapai bulan
Dingin mencucuk kulit di bangku kayu terduduk menerawang langit
Hanya kepul harum kopi dan setangkup roti yang menemani
Malam ini malam yang pilu
Hanya gemuruh pohon yang sesekali mengingatkan akan masa lalu
Laramu masih terikat dalam liang kalbu yang tumbuh subur
Kedatanganmu menghancurkan jiwa penuh kebosanan
Tapi malam tak pernah sejahat itu
Carilah kemanapun, tapi tak akan kau temukan yang mampu menerjemahkan sunyimu setabah aku
Lelahku mulai terasa
Ketika yang ku tunggu tak kunjung menyapa
Dan pagi selalu berhasil merayuku untuk menikmati hal serupa
Malam selalu memberikan cerita-cerita barunya sebagai lullabyku
Malam berkabutkan sunyi
Menerpa suara nafas
Menjalin kasih dengan harapan dan doa untuk esok hari
Cinta kita adalah langit malam yang senantiasa memberikan terang
Begitulah selalu kunikmati malam

Selasa, 10 Februari 2015

Detik

Saat kita bersitatap
Ada detik yang melambat dan detak yang memburu cepat
Hingga akhirnya muncul harap, meminta tempat
Aku sesak, Sayang!
Detikku selalu kau rampas tanpa permisi
Mengaduk-aduk isi hati
Diam-diam
Aku bersembunyi di balik jarum jam
Berusaha mengatur detik pun detak saat kau di hadapku
Bilamana detik hanya berujung pada titik
Maka waktu boleh berhenti pada satu
Atau dua, juga tiga. Sekenanya!
Detik-detik ini seperti mencekik
Tatkala rasa yang semakin terusik
Dikala jiwa yang tak lagi tertarik
Jangan kau menghitung detik yang tersisa kala nafas masih mampu melalui ribuan detik yang tak terhingga
Detik denganmu tak dapat dimengerti
Tak dapat dipungkiri
Kita berlari dan lupa diri
Sampai detik kesekian kali
Hingga detik tak lagi terasa ketika saling memandang berpagut bibir
Apa ini yang dibilang candu
Ketika tiap detik dalam detakku hanya melintas satu potret itu, Kamu!

Selasa, 03 Februari 2015

Rindu

Semua pasti pernah kenal dengan seseorang yang berucap bahwa ia nyaman
Namun, ia sendiri yang pergi dengan alasan yang lucu
Penyair itu benar
Cinta kita adalah peta
Kau pengembara
Sementara aku kota kecil yang kau lupakan letak persisnya di mana
Ini malam yang kesekian dipertemukan dengan kesepian
Ini malam yang mendalam berkarib dengan tik-tok jam
Sukmaku tak lagi menggapai sukmamu
Hingga rindu bosan menghitung waktu pada abaimu
Semestaku murung
Saat pelukmu tiada lagi menjadi tempatku bernaung
Badai mengepungku dari segala penjuru
Segala tentang bayang-bayangmu enggan luput dari ingatanku
Di detak jantungku rindu meletup-letup
Detakku mengeja namamu semakin hidup
Sepi yang pilu memenuhi seluruh ruang di dadaku
Betapa harunya tabahku yang tak sekokoh bambu
Pergilah
Jika nantinya kau tak sanggup sendiri, aku masih di sini
Di tempat yang pernah kau coba makamkan berkali-kali
Detik ini, aku mengikhlaskan cintamu yang pergi
Sebab hanya dengan cara itu aku memahami
Bahwa segala sesuatunya tak ada yang abadi
Akan kurawat baik-baik hari-hariku
Agar ku dapat lekas membaik dengan baik-baik dari ketiadaanmu
Pergilah bilamana memang ingin pergi
Aku dan sepi akan tetap mencintaimu
Telah kumakamkan kenanganmu dengan sebaik-baiknya ingatan Bersemayamlah dengan tenang

Kamis, 29 Januari 2015

Untukmu Calon Suamiku

Wahai akhi yang tampan nan rupawan
Calon ayah dari anak-anakku kelak
Aku tahu jika namamu telah tertulis di lauhul Mahfuzh untuk menemani diriku
Niscaya rasa cinta itu akan Allah tanamkan suatu saat nanti dalam hati kita
Walaupun mungkin saat ini kita belum pernah tahu akan dengan siapa kita berjodoh
Aku tahu jika ku tak mungkin mencari dirimu
Karena sesungguhnya tugasku memang bukanlah untuk mencari dirimu 
Kau hanya cukup mensolehkan dirimu dan menyempurnakan ibadahmu
Wahai akhi ku yang terindah
Aku tahu mungkin saat ini banyak wanita-wanita soleha yang sedang mendekatimu
Mendekati hatimu untuk mendapatkan sebuah perjanjian akad darimu 
Namun sungguh aku yakin jika kau akan tetap menungguku
Karena memang telah Allah menciptakan dirimu hanya untuk diriku
Wahai engkau akhi yang akan menerima cinta dan kasih sayang dariku
Menjadi imamku dan ayah dari anak-anakku kelak
Engkau yang akan menemani setiap langkah kehidupanku
Saat ini mungkin perasaan kita sama 
Perasaan kita sama-sama diliputi oleh kegundahan untuk segera bersama
Wahai arjuna dunia dan surgaku
Saat ini aku masih memperbaiki diriku
Bila nanti kau datang menjemputku, aku sudah memantapkan diriku untuk menjadi makmum untukmu 
Menjadi ibu bagi anak-anakmu 
Menjadi segalanya untuk keluarga kita kelak
Aku percaya saat ini kau sedang menata dirimu untuk menjadi seorang muslim yang sejati
Memperbanyak hafalan Al-Qur'anmu
Menghamparkan sajadahmu
Melekatkan keningmu kepada-Nya
Teruslah mendoakanku ya akhi
Agar aku segera memantapkan hatiku untuk ikut bersamamu
Semoga Allah mempermudah jalanku untuk menerima lamaranmu dan menikah denganmu
Wahai cinta
Calon suamiku yang telah Allah pilih sebagai pendamping hidupku
Jika kau telah menjadi suamiku kelak
Izinkanlah aku untuk mencintaimu dengan segenap cinta yang ada dalam hatiku ini 
Mencintaimu agar engkau dan aku serta anak-anak kita semakin cinta kepada-Nya
Duhai pengobat rinduku
Mungkin saat kau membaca tulisanku yang sederhana ini, engkau akan merasa terharu dan engkau merasa tersentuh
Maka izinkanlah aku membuat haru jiwamu dengan lentera cintaku
Dan kasih tulusku yang ku ukir lewat rangkaian kata demi kata ini untukmu
Tak ada kekotoran dalam kesucian
Tak ada kebohongan dalam kejujuran
Dan tak ada pengkhianatan dalam kesetiaan 
Wahai akhiku
Tempat tulang rusukku bernanung
Pangeran yang telah Allah tetapkan untukku
Aku hanya bisa berdoa semoga saat ini kau dalam keadaan baik-baik saja 
Saat ini kau sedang sibuk dengan ibadah-ibadahmu
Saat ini kau sedang menyayangi kedua orang tuamu, saudara saudaramu, dan yang lainnya
Aku berdoa semoga engkau senantiasa dalam keadaan baik 
Dalam keadaan sehat dan tersenyum selalu
Wahai calon suamiku,
Dimanapun saat ini engkau berada
Inilah butiran-butiran cintaku
Telah ku simpan indah dalam taman langitku hanya untukmu 
Aku berdoa semoga suatu saat nanti kau yang akan menemaniku saat aku menggoreskan pena hatiku ini lagi 
Menggoreskan sebuah cerita kepada mereka 
Menggoreskan sebuah cerita tentang keluarga kita yang sakinah, mawadah dan warahmah
Menggoreskan sebuah cerita agar mereka juga ikut tersenyum bahagia
Ya akhi, sungguh... aku mencintaimu karena Allah
Jodoh hanya di tangan Allah
Kita tidak pernah tahu dengan siapa kita berjodoh
Sertakan selalu namaku dalam doamu
Agar Dia segera menyatukan hati kita
Salam dariku yang selalu menanti kehadiranmu

Memilihmu

Aku tak pernah berpikir kalau segalanya akan berakhir padamu
Sejak dulu, sejak kali pertama kita bertemu, kau bukanlah satu-satunya yang kuanggap istimewa
Kalau kubilang segalanya kebetulan, mungkin salah
Kalau kubilang itu karena takdir saja, mungkin tak selamanya benar
Ada hal lain, yang membuatku yakin dengan keputusanku
Kau melakukan sesuatu, yang mustahil bagi setiap orang
Kau mencintaiku dengan hati
Kau menatap mataku karena rasa
Kau berucap dan melakukan semuanya bukan dengan kebanyakan cara yang mereka lakukan
Kau berbeda
Kau istimewa
Bersamamu saja, aku yakin selamanya
Karena aku tahu, aku tak butuh wajah untuk dinikmati
Aku tak butuh tawa untuk sekedar menyenangkan
Apalagi penampilan yang bisa dibilang hanya memesonakan
Ada yang lebih dari itu
Yaitu, hati dan kesetiaanmu
Bukankah tempat untuk mencintai secara pasti hanyalah ‘hati’?
Bukankah dari ratusan kriteria yang aku cari sebagai sempurna sebenarnya aku hanya perlu satu saja?
Aku bukan mencari sesuatu yang lengkap, tapi pelengkap
Kau, adalah tempat terbaik untuk berbagi
Seperti awan yang setia pada hujan

Kamu

Terkadang aku tak mengerti apa yang ada dibenakmu
Mudah kau membuatku merasa tenang, tiba-tiba ragu
Sengaja atau tidak akupun tak tahu
Jika memang sikapmu seperti itu, tolonglah beri tahu ku semua yang ada pada dirimu
Ku tahu ini hanya soal selera dan waktu saja
Dalam hati, aku yakin kau juga terdapat banyak tanda tanya
Tanda tanya yang tak mampu diungkapkan dengan kata-kata
Kau hanya bisa mengucapkan "aku sayang kamu"
Tapi aku sangat mengerti makna kalimat indah itu
Aku berjanji tak akan pernah menyesal
Suka tak suka akan ku telan
Karena aku telah memilihmu
Karena tak ada alasan untuk mencintaimu
Kekuranganmu menjadi kekuranganku
Karena kita satu
Entah apa yang membuatku begitu mengistimewakan dirimu
Apa karna kau kekasihku?
Dengarlah sayang,
Jadi atau tidaknya kau menjadi calon imamku kelak
Aku akan tetap seperti ini
Mencintaimu tak pernah setengah hati
Ingatkah kau, bisa berdua seperti ini penuh dengan perjalan panjang yang berliku?
Ingatkah kau saat masih ada penghalang yang membatasi cinta kita?
Ingatkah kau dengan besarnya rasa ingin saling memiliki?
Ingatkah bila kita sering mencuri-curi waktu untuk bertemu menghabiskan waktu bersama?
Dan hanya derasnya hujan yang mampu menghapus jejak kita
Maha dahsyat cinta yang bisa mempersatukan
Kini ku tlah bersamamu,
Menjalani waktu demi waktu bersamamu
Kumohon jangan mengkhawatirkanku!
Jadilah dirimu sendiri
Dan jangan pernah sedikitpun berubah :)